close

Terimakasih atas keberanian Anda, I am very appreciate about that.

Kirimkan Artikel Anda dengan meng [upload file] atau mengirim via email ke  levi @ elhusni.com

untuk dipublish di website ini. Terima Kasih.

Jangan Klik..!

Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/elhusnic/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99
 

"Simple" dari Pembaca


Warning: Parameter 1 to plgContentPageTitle() expected to be a reference, value given in /home/elhusnic/public_html/libraries/joomla/event/dispatcher.php on line 136
Kesetiaan dan Kepedulian Perusahaan pada Pelanggan
Sunday, 14 February 2010 11:44

Beberapa hari terakhir, saya sering mendengan adanya penarikan-penarikan produk otomotif terkait kegagalan produksi. Banyak perusahaan besar yang menarik ribuan produknya di dunia. Diantaranya :

Diumumkan Merk
Tipe
Penyebab Jumlah
12-02-2010 Toyota
Tacoma
Cacat poros baling-baling
8.000
11-02-2010 Volkswagen Novo Roda belakang dapat terkunci jika bantalan yang kekurangan pelumas 200.000
10-02-2010 Honda
Accord, Civic, TL, CR-V, Odyssey, Pilot, CL, Inspire, Saber dan Lagreat Kantung udara atau "airbag" cacat yang dapat meledak dan melukai atau membunuh penumpang 430.000
05-02-2010
Ford Fusion
Masalah sistem pengereman 17.600
30-01-2010
Honda
Fit atau Jazz Kerusakan saklar bisa membuat mobil mengalami kebakaran 646.000

Di Indonesia, penarikan produk otomotif pun terjadi. pada tanggal 2 Februari 2010, Honda Prospect Motor mengumumkan akan menarik sekitar 3.240 unit Honda City di Indonesia. Honda menarik kembali City untuk memperbaiki komponen power window master switch produksi Omron.

elhusni.com, levi elhusni, kepercayaan konsumen terhadap pada produsen, kesetiaan kepedulian perusahaan, konsumen percaya, produsen dan konsumen, penarikan produk, penarikan honda

Begitulah tanggung jawab suatu Perusahaan yang sudah memiliki nama besar. Hal sekecil apapun pada konsumennya tetap menjadi perhatian penting. Tentunya hal ini membutuhkan biaya besar, demi nama baik perusahaannya.

Coba bandingkan dengan jual beli konvensional di Indonesia. Sang penjual tidak akan memperdulikan apapun yang terjadi pada produknya setelah produk di tangani konsumen.

Misalkan si A menjual baju kepada si B. si B membeli baju tersebut setelah melihat dan mempertimbangkan segala sesuatu tentang baju tersebut. Maka setelah si B menggunakan baju tersebut, tidak ada tanggung jawab apapun yang dilakukan oleh si A jika baju tersebut copot kancing, benang terlepas, resleting rusak, dll. Hal ini, karena si B sudah melakukan pertimbangan sendiri pada baju yang telah dibayarnya.

Memang suatu hal yang berbeda antara perusahaan besar dan jual beli konvensional, namun kesetiaan perusahaan terhadap konsumen bukan merupakan hal yang sia-sia. Perusahaaan kecil dapat menjadi perusahaan besar jika menerapkan hal ini, kesetiaan dan kepedulian terhadap konsumen. Konsumen secara berangsur-angsur akan melakukan timbal balik dimana konsumen memiliki kepercayaan, kesetiaan, dan kebanggaan terhadap perusahaan.

 

Comments 

 
# 2010-02-14 18:01
Data pas gambar mobil ke atas tu ngambil darimana gan, jadi penasaran heheheh
Reply
 
 
# Levi Elhusni 2010-02-15 10:15
info penarikan dari detik.com
lalu ditelusuri ke official web nya perusahaan masing2 untuk memperoleh data yang valid
Reply
 

Simple but Cool RSS
Copyright © 2010
Levi Elhusni

Page Rank
Site Meter